
Jakarta, Gizmologi – Salah satu yang paling menyita perhatian dalam gelaran Gamescom 2025 adalah debut gameplay Resident Evil Requiem, seri terbaru dari franchise survival horror populer garapan Capcom. Setelah trailer perdananya membuat heboh di hari pembukaan, gameplay demo yang diperlihatkan di hari kedua langsung jadi bahan perbincangan di komunitas gamer global.
Kehadiran Resident Evil Requiem jelas membawa ekspektasi tinggi. Sejak lama, seri ini dikenal mampu menjaga keseimbangan antara nuansa horor, eksplorasi, dan elemen aksi. Namun, Requiem tampaknya mencoba jalur berbeda dengan menghadirkan pengalaman lebih mencekam lewat karakter baru bernama Grace. Mekanisme permainan yang diperlihatkan pun mempertegas arah baru yang diambil Capcom.
Meski begitu, antusiasme bukan berarti tanpa kritik. Beberapa gamer menyambut positif atmosfer horor yang lebih intens, sementara sebagian lainnya mempertanyakan absennya mekanisme perlawanan dengan senjata api dalam demo yang ditampilkan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Capcom masih dihadapkan pada tantangan: bagaimana menghadirkan sesuatu yang segar tanpa menghilangkan identitas klasik Resident Evil.
Baca Juga: Battlefield 6 Belum Rilis, Tapi Sudah Dihuni Ribuan Pemain di Menu Beta
Perbedaan First-Person dan Third-Person
Salah satu aspek yang langsung mencuri perhatian dari Resident Evil Requiem adalah opsi mode First-Person dan Third-Person. Dari rekaman yang beredar di YouTube, pengalaman bermain terasa sangat berbeda tergantung sudut pandang yang dipilih.
Dalam mode First-Person, atmosfer horor terasa jauh lebih intens. Lingkungan yang gelap, detail suara mencekam, hingga momen dikejar monster besar membuat pengalaman bermain jadi lebih menegangkan. Banyak pengunjung Gamescom mengaku mode ini sukses membuat mereka merasa seolah-olah berada langsung di dunia Resident Evil, menghadapi ancaman secara nyata.
Sebaliknya, mode Third-Person menawarkan perspektif yang lebih klasik. Meski tingkat kengerian sedikit berkurang, mode ini memungkinkan pemain melihat ekspresi panik dan gerakan Grace secara penuh. Ketika dikejar monster, animasi Grace yang bisa terjatuh karena panik justru menambah dimensi dramatis, meski tak semencekam jika dilihat dari sudut pandang First-Person.
Eksplorasi, Puzzle, dan Kritik Awal
Sesuai tradisi, demo Resident Evil Requiem tetap menyajikan eksplorasi dan puzzle khas seri ini. Pemain dituntut mencari fuse, membuka pintu dengan kunci khusus, hingga memanfaatkan lingkungan untuk bertahan hidup. Namun, ada elemen baru yang cukup menonjol: Grace lebih sering diposisikan untuk bersembunyi daripada bertarung, memberi nuansa gameplay yang lebih mendekati survival murni ketimbang aksi.
Yang cukup mengejutkan, belum ada senjata api dalam gameplay demo. Grace hanya diperlihatkan bisa melempar botol untuk mengalihkan perhatian monster. Bagi sebagian gamer, pendekatan ini dianggap segar dan menambah rasa putus asa khas survival horror. Namun, ada juga yang khawatir jika ketiadaan senjata akan membuat gameplay terasa terlalu terbatas dan monoton, terutama untuk sesi permainan yang lebih panjang.
Dari sisi teknis, kualitas grafis dan desain atmosfer dipuji karena mampu mempertahankan standar tinggi Capcom. Namun, karena masih tahap demo, sejumlah pemain menunggu kepastian apakah versi final akan lebih seimbang antara elemen stealth, puzzle, dan aksi. Capcom sendiri belum memberikan detail lebih lanjut soal sistem pertarungan, sehingga ruang spekulasi di kalangan penggemar masih sangat besar.
Gameplay Resident Evil Requiem yang dipamerkan di Gamescom 2025 memperlihatkan arah baru untuk seri ini. Fokus pada karakter Grace, atmosfer yang lebih mencekam, serta pilihan sudut pandang First-Person dan Third-Person memberi variasi menarik bagi pemain. Meski begitu, absennya senjata api dalam demo menuai pro dan kontra, menimbulkan pertanyaan soal keseimbangan gameplay di versi final.
Bagi penggemar lama Resident Evil, game Resident Evil Requiem bisa jadi angin segar setelah seri sebelumnya lebih condong ke arah aksi. Namun, bagi mereka yang terbiasa dengan mekanisme perlawanan klasik, perubahan ini mungkin membutuhkan adaptasi. Apapun itu, langkah Capcom jelas menunjukkan keberanian untuk bereksperimen dengan formula yang sudah lama melekat pada franchise ini.
Dengan respon publik yang beragam, perjalanan Resident Evil Requiem masih panjang sebelum rilis resminya. Gamescom 2025 hanyalah pembuka, dan sisa tahun ini akan jadi penentu bagaimana Capcom menjawab ekspektasi sekaligus kritik dari para penggemarnya. Satu hal yang pasti, Requiem kini resmi masuk daftar salah satu game paling ditunggu tahun ini.
Artikel berjudul Gameplay Resident Evil Requiem Resmi Dipamerkan di Gamescom 2025 yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id