
Jakarta, Gizmologi – Sosial media kini menjadi pilihan tepat untuk masyarakat bisa mengetahui situasi terkini mengenai demo di Indonesia. Seperti TikTok, Instagram, X (dulunya Twitter) dan YouTube menjadi sebagian dari platform yang mereka gunakan untuk mendapatkan dan membagikan informasi.
Namun kemarin (30/8), TikTok menangguhkan fitur LIVE mereka, hal ini karena fitur tersebut banyak digunakan untuk pengguna untuk menayangkan secara langsung di lokasi demo. Penangguhan ini juga dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pemerintah.
Hilangnya fitur LIVE TikTok membuat banyak orang merasa dibungkam, namun di YouTube masih bisa melakukan siaran langsung. Selain menjadikan YouTube sebagai opsi, platform ini menegaskan bahwa yang ia lakukan adalah penghapusan konten berbahaya yang melanggar pedoman komunitas.
Baca Juga: LIVE TikTok Ditangguhkan, Komdigi: Kita Apresiasi Inisiatifnya
Tanggapan YouTube Mengenai Demo di Indonesia
”Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, tim kami bekerja tiada henti untuk mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya yang melanggar pedoman komunitas,” ujar perwakilan YouTube ke Gizmologi.
YouTube juga melanjutkan bahwa perusahaan memprioritaskan penyebaran konten berita dari sumber terpercaya, menampilkannya secara menonjol di beranda YouTube, hasil penelusuran, serta rekomendasi. Dengan begitu, pengguna masih bisa melihat siaran langsung dari media TV dari lokasi demo di Indonesia.
”Prioritas utama kami adalah keselamatan komunitas, dan kami akan terus memastikan YouTube mengambil langkah-langkah untuk melindungi komunitas kami serta tetap menjadi platform yang terpercaya bagi semua masyarakat Indonesia,” jelas perwakilan YouTube.
Adapun untuk menjadikan YouTube sebagai siaran langsung demo di Indonesia terdapat syarat yaitu telah membuat video pendek Shorts dan mencapai 50 pengikut (subscriber).
LIVE TikTok Ditangguhkan Hingga Kini
Sebelumnya pihak TikTok mengumumkan menangguhkan fitur LIVE mereka agar situasi demo di Indonesia menjadi terkendali. Meski begitu banyak masyarakat merasa mereka dibungkam.
”Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia,” ungkap juru bicara TikTok.
Dengan begitu tidak ada yang tahu sampai kapan TikTok akan menghidupkan fitur unggulan mereka tersebut. TikTok juga melakukan penghapusan konten yang tak sesuai pedoman, sama seperti YouTube.
”Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” lanjut TikTok.
Demo di Indonesia pun agak mereda per 31 Agustus 2025. Demo ini telah berlangsung sejak tanggal 25 Agustus 2025.
Pada 25 Agustus, demo atau unjuk rasa ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk tuntutan terkait kenaikan tunjangan anggota DPR. Berlanjut pada 28 Agustus, masyarakat menuntut kebijakan ketenagakerjaan, mulai dari outsourcing dan meminta kenaikan upah minimum buruh. Di tanggal tersebut ojol, Affan Kurniawan meninggal dunia ditabrak oleh mobil Brimob, hal ini lah yang menjadi pemicu demo ke kepolisian.
Di tanggal 29 Agustus, unjuk rasa berlanjut dengan tuntutan yang serupa yaitu meminta keadilan terhadap pelaku penabrak Affan dan memprotes tindakan kekerasan yang dilakukan polisi saat mengawal demonstrasi sejak awal pekan. Demo pun berlangsung tak hanya di jakarta, aksi demonstrasi dan berujung bentrok juga terjadi di beberapa kota di Indonesia.
Artikel berjudul YouTube Tanggapi Situasi Demo di Indonesia, Hapus Konten Pelanggaran yang ditulis oleh Zihan Fajrin pertama kali tampil di Gizmologi.id