Rekor Gila! Ilmuwan Berhasil Ubah Timbal Jadi Emas
Namun, jangan buru-buru membayangkan kita semua bisa jadi kaya mendadak ya, karena di balik pencapaian ini ada teknologi super kompleks, skala mikroskopis, dan fakta bahwa emas yang dihasilkan langsung lenyap dalam sekejap.
Baca juga: 5 Platform Digital untuk Jual Beli Emas Tanpa Harus Ngantri
Apa Itu LHC dan Eksperimen ALICE?
Sebelum kita lanjut ngomongin soal timbal jadi emas, mari kenalan dulu sama tokoh utama di balik eksperimen ini: Large Hadron Collider (LHC). LHC adalah akselerator partikel terbesar dan terkuat di dunia. Letaknya di perbatasan Swiss-Prancis, di bawah tanah, dan ukurannya benar-benar masif, sekitar 27 kilometer panjangnya!
LHC dibuat oleh CERN, lembaga penelitian nuklir terbesar di dunia. Di dalam LHC, partikel-partikel kecil seperti proton dan inti atom dipercepat hingga hampir mencapai kecepatan cahaya, lalu ditabrakkan satu sama lain. Tabrakan ini membantu ilmuwan menelusuri misteri besar seperti asal-usul massa, partikel-partikel subatomik, dan bahkan kondisi alam semesta sesaat setelah Big Bang.
Salah satu proyek di LHC bernama ALICE (A Large Ion Collider Experiment). Fokus utama ALICE adalah mempelajari materi yang sangat padat dan panas seperti quark-gluon plasma, kondisi yang dipercaya pernah ada beberapa mikrodetik setelah Big Bang. Tapi siapa sangka, dari eksperimen ini, para ilmuwan justru berhasil menemukan cara mengubah timbal menjadi emas!
Tabrakan Ajaib: Timbal Jadi Emas
Kita masuk ke bagian paling menarik. Dalam eksperimen ini, para ilmuwan tidak melakukan tabrakan langsung antar-inti timbal. Mereka melakukan ultra-peripheral collisions—yaitu ketika dua inti atom tidak bertabrakan secara langsung, tetapi lewat sangat dekat satu sama lain.
Bayangkan seperti dua mobil yang melaju cepat di jalan tol tapi hanya nyaris bersenggolan. Dalam konteks partikel, ‘nyaris bersenggolan’ ini cukup untuk membuat medan elektromagnetik raksasa di sekeliling masing-masing inti saling berinteraksi.
Dari interaksi itu, tiga proton terlepas dari inti timbal. Nah, karena nomor atom ditentukan oleh jumlah proton, maka saat timbal (nomor atom 82) kehilangan tiga proton, ia berubah menjadi emas (nomor atom 79). Ajaib, bukan?
Atom Emas yang Tidak Bisa Ditambang
Sekarang kamu mungkin berpikir, "Wah, bisa jadi ladang emas baru, dong?" Sayangnya... tidak semudah itu, Ferguso.
Selama tiga tahun eksperimen, dari 2015 sampai 2018, diperkirakan telah terbentuk sekitar 86 miliar atom emas. Tapi jangan keburu kegirangan, jumlah itu setara dengan hanya 29 pikogram, atau kurang dari satu triliun gram. Bahkan lebih ringan dari debu!
Dan yang lebih bikin nyesek, atom-atom emas ini tidak stabil dan langsung luruh kembali setelah terbentuk. Artinya, emas tersebut tak bisa dikumpulkan, apalagi dijual atau dipakai bikin cincin.
Proses ini pun membutuhkan energi yang sangat besar, infrastruktur skala internasional, dan teknologi ultra-presisi. Jadi, walau terdengar seperti mimpi lama para alkemis jadi kenyataan, realitanya sangat jauh dari urusan ekonomi atau komersial.
Kenapa Penemuan Ini Tetap Penting?
Kalau nggak bisa dijual, lalu untuk apa eksperimen ini dilakukan? Jawabannya: demi ilmu pengetahuan!
Menurut Uliana Dmitrieva, analis utama dalam studi ini, ini adalah pengukuran langsung pertama dari produksi emas di LHC. Hal ini baru bisa dilakukan berkat detektor super sensitif bernama ALICE ZDC yang mampu mendeteksi partikel ultra-kecil dengan keakuratan tinggi.
Bahkan, Marco Van Leeuwen, pimpinan proyek ALICE, menyebut bahwa detektor mereka cukup fleksibel untuk menangani dua ekstrem: dari tabrakan besar yang menciptakan ribuan partikel, hingga peristiwa kecil seperti produksi emas ini yang hanya melibatkan beberapa partikel saja.
Ilmuwan lain, John Jowett, juga menekankan bahwa eksperimen ini membantu memperbaiki model teoretis yang digunakan dalam fisika partikel. Model ini nantinya berguna untuk meningkatkan efisiensi dan kemampuan LHC serta penumbuk partikel generasi berikutnya.
Baca juga: 9 Cara Mengatasi HP Kemasukan Air akibat Banjir
Sihir Alkimia Modern
Perubahan timbal menjadi emas adalah topik legendaris dalam sejarah manusia. Dari abad pertengahan hingga cerita-cerita rakyat, banyak yang bermimpi bisa mengubah logam biasa jadi logam mulia. Kini, lewat fisika modern dan teknologi tinggi, mimpi itu benar-benar terjadi, meski hanya sekejap dan dalam skala super mini.
Tapi justru di situlah keindahannya. Eksperimen ini bukan tentang membuat kita jadi miliarder dadakan, tapi tentang memahami bagaimana alam semesta bekerja dalam skala paling kecil. Dan dalam proses itu, manusia sekali lagi membuktikan bahwa ilmu pengetahuan adalah alat paling kuat untuk mengubah yang mustahil menjadi nyata, bahkan mengubah timbal menjadi emas.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(mo)
What's Your Reaction?






